Bekerja Di lapangan “Berat”

Saya salut kepada seluruh rekan-rekan yang bekerja di lapangan alias “mobile”, tidak duduk di depan meja. Mereka harus memilki fisik yang prima dan kesabaran yang tinggi.

Dahulu saya membayangkan bahwa sepertinya sangat menyenangkan bekerja di luar kantor, bisa santai, melihat banyak pemandangan alam sekitar, Refresing lah.

Ternyata 0h ternyata, setelah mengalami sendiri, berat bo…Di lapangan ternyata kita dihadapkan terhadap situasi yang tidak bisa diprediksi. Misalnya; Target pencapaian kerja setiap hari yang harus dipenuhi, cuaca yang tidak menentu, Kendaraan yang kadang rusak diperjalanan (ban bocor, rantai putus, tabrakan, jatuh) , kena tilah, wek..wek…, bahkan masuk angin, dan Flu menjadi langganan tubuh kita ini.

Untuk itu jangan anggap menyenangkan kerja dilapangan, sama-sama aja capek banget. Karena itu mengapa saya salut pada rekan-rekan yang telah berdedikasi mau bekerja dilapangan lebih dari 2 tahun, hebat, mereka benar-benar tahan banting dan tentunya harus pintar-pintar bisa menjaga kondisi tubuh dan kendaraan mereka agar tetap prima.

Bravo, sukses dan semangat


Selamat jalan Sahabat

Innalilahi Wa Innailahi Roji’un.

Telah berpulang ke rahmatulloh sahabat ku pada tanggal 09 Desember 2011 jam 23:00 di RS Hasan Sadikin di usia 36 tahun karena serangan Stroke sehari sebelumnya.
Perjuangan keluarga dan teman-teman untuk kesembuhan mu dengan istiar obat dan bantuan dokter tidak cukup untuk menolongmu, karena ALLAH berkehendak lain.
Walaupun kami tidak akan pernah melihatmu lagi tapi kami akan selalu mengenang saat-saat kita bersama.
Semoga ALLAH mengampuni dosa-dosamu dan menerima amal ibadahmu.

Selamat jalan sahabatku


Sahabatku Sakit

Pada hari rabu malam sahabatku mengalami serangan strouke ketika berada di kamar mandi. Baru diketahui setelah sekitar 15 menitan dengan keadaan sudah mengorok.
Esoknya saya bergegas kerumah sakit melihat keadaanya. Sungguh menyedihkan melihatnya, dengan keadaan belum sadar tubuh sebelah kanan badannya bergerak tak terkendali namun tubuh sebelah kirinya tidak bergerak sama sekali.
Sungguh berat melihatnya, teman bercanda dan bermain terbaring tak berdaya.
Sebenarnya tekanan darahnya telah diketahui tinggi, namun sepertinya sabahatku tidak menerapkan hidup lebih ketat untuk mengontrol keadaan tersebut. Padahal usianya masih kepala 3.
Ya ALLAH berilah kekuatan ke padanya untuk menghadapi ini semua, dengan istiar obat dan bantuan paramedis semoga sakitnya bisa sembuh seperti sedia kala.

Berjuanglah sahabatku


Perasaan Campur Aduk

Minggu-minggu ini perasaan benar-benar campur aduk.
Masalah Kebutuhan hidup, pekerjaan, keinginan yang belum tercapai dan Masa depan yang belum jelas terus menghantui.

Usaha itu menentukan hasil. yak begitulah adanya, tak lupa ditambah Istiar kepada ALLAH. Semakin dasyat usaha semakin dasyat juga hasil yang didapat.

Dari setumpuk masalah menimbulkan perasaan campur aduk alias galau.
Kayaknya belum banyak usaha yang telah saya perbuat. Belum maksimal waktu saya manfaatkan.

Semangat…..


Kerja Keras

Atasan saya menyuruh saya menyiapkan BPKB motor yang telah ditarik unit motornya sebanyak 125 buku dalam waktu 2 jam. Mantap.
Biasanya BPKB bisa cepat disiapkan karena dalam brangkas telah disusun menurut nomor fasilitas kredit konsumen.
Yang jadi kendala, unit motor telah dikredit second ke beberapa konsumen, sehingga pencarian BPKB menurut nomor fasilitas konsumen terakhir tidak akan ditemukan.
Harus bekerja keras nih


Kepadatan Bandung

Di bawah ini adalah hasil jepretan saya dari atas gedung 3 lantai.

 

Bagaimana? padat dan rapatkan.

Beginilah keadaan Bandung sebagai salah satu kota terpadat di dunia.


Bulan Di Atas Bandung

malam-malam

subuh-subuh

menjelang pagi

sedikit lagi pagi

akhirnya pagi


Buku Mi’raj Orang Beriman

Sekitar 2 tahun yang lalu saya membeli sebuah buku dengan judul  “MI’raj orang beriman”. buku ini saya beli sangat murah karena pihak toko mendiskon harganya menjadi Rp.10.000.

Buku tersebut merupakan buku terbitan kerjasama antara IIMan dan Penerbit Hikmah.

Walaupun harganya cukup murah ternyata isi buku tersebut sangat menarik dan berbobot sekali.

Buku tersebut mencoba memberikan sebuah pandangan bahwa peristiswa Isra’ Mi’raj yang dialami oleh Rasullulah, dalam batas tertentu, dapat juga dialami oleh kita melalui Sholat. Menurut Bapak Ir. Haidar Bagir, MA sebagai salah satu pengarang buku ini mengatakan, bahwa pendapat ini merujut pada  sebuah hadist terkenal yang berbunyi “As-shalatu mi’rajul mukminin”. (“Shalat itu adalah mi’rajnya orang beriman”).

Agar lebih jelas mengenai pandangan tersebut, silahkan membaca bukunya soalnya saya takut salah dalam menjelaskan isinya.

Secara umum saya sangat menyukai buku ini, sangat layak untuk dibaca dan dimiliki.

Ada beberapa kalimat dalam buku tersebut yang membuat saya merenungi mengenai kekusyuan sholat yang pernah dilakukan.

BILA DATANG WAKTU SHALAT, AKU BERWUDHU SESEMPURNA MUNGKIN, PERGI KE TEMPAT SHALATKU DAN DUDUK DISITU SAMPAI TENANG SELURUH ANGGOTA TUBUHKU. BARU AKU BANGKIT MEMULAI SHALAT. “KUJADIKAN KA’BAH DI ANTARA KEDUA MATAKU, SHIRATH DI BAWAH TELAPAK KAKIKU, SURGA DI SISI KANANKU, NERAKA DI SISI KIRIKU, DAN MALAIKAT MAUT DI BELAKANGKU.” JADI DIA SHALAT SEAKAN-AKAN BERADA DILINGKUNGAN KEAKHIRATAN. “KUPERKIRAKAN SHALATKU SEBAGAI YANG TERAKHIR, DAN AKU PUN BERDIRI DIANTARA HARAPAN DAN KECEMASAN. AKU BERTAKBIR DENGAN MANTAP DAN MEMBACA AYAT-AYAT AL-QURAN DENGAN TARTIL (PELAN DAN JELAS). KEMUDIAN AKU RUKU’ DENGAN HATI YANG MERUNDUK, BERSUJUD, DENGAN KHUSYU’, DUDUK DIANTARA PERUTKU SEBELAH KIRI MENJADIKAN PUNGGUNG KAKIKU SEBAGAI ALAS DAN KUIKUTI SEMUA ITU DENGAN KEIKLASAN. DAN SETELAH ITU AKU PUN TAK TAHU APAKAH SHALATKU DITERIMA ATAU TIDAK.”

Benar-benar membuat kita merenung


Sholat Berjamaah

Sholat berjamaah di masjib sangat banyak manfaatnya, antara lain dapat menumbuhkan rasa persaudaraan di antara warga sesama muslim, khususnya tetangga se RW.
Ketika melihat beberapa hari tetangga kita tidak menunaikan sholat berjamaah ada perasaan bertanya-tanya kemanakah saudara kita.
Dan beberapa hari kemudian ada berita bahwa saudara kita telah dipanggil oleh ALLAH SWT.
Ada perasaan sedih yang sangat mendalam kehilangan saudara seiman dan ada perasaan terharu, ternyata ALLAH masih memberikan kesempatan kepada saudara ku untuk mendekat kepada NYA.
Sudah beberapa kali saya mengalami kejadian seperti ini.
Allah telah mengingatkan saya akan hari kematian.

ALLAHU AKBAR


Mencari BPKB

BPKB motor yang kreditnya telah lunas tetapi Leasing tidak bisa menyerahkan kepada konsumen karena BPKB tidak ada, menurut pangalaman saya keberadaannya bisa dilacak dengan menanyakan ke Samsat dan Polres setempat ke bagian BPKB ONLINE. Terutama untuk motor baru.
Hal ini terjadi karena berbagai sebab, misalnya Pihak biro jasa rekanan Dealer memutuskan kerjasama sepihak, sehingga BPKB terbengkalai, dan Dealer kesulitan mengambilnya untuk diserahkan kepada Leasing.

Leasing pasti menjadi pihak yang menghadapi kemarahan konsumen, sehingga perlunya kerjasama antara Leasing dan Dealer agar masalah cepat selesai.

Agar cepat beres Leasing bisa berinisiatif menanyakan langsung walaupun sebetulnya masih tanggung jawab Dealer. Siapkan berkas yang diperlukan (misal aplikasi kreditor/konsumen) sebagai penguat data dan persiapkan juga sejumlah uang sebagai biaya administrasi. Biaya pengambilan BPKB antara 25.000 sampai 30.000 per BPKB.

Selamat berusaha….


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.